M I M P I

Kaka sedang maen di rumah eyang

Kaka sedang maen di rumah eyang

Pagi ini tak seperti biasanya, aku tidak kembali menikmati gulingku selepas shalat subuh. Aku ikuti sebentar acara “MAMA dan AA’” yang tayang setiap pagi di Indosiar. Agak kantuk sebenarnya mataku tapi coba kutahan karena pagi ini aku ingin memanjakan tanamanku yang kulihat beberapa hari ini agak lesu.

Tak seberapa lama aku berada di teras sedang menurun-nurunkan pot-pot bunga kesayanganku, aku mendengar langkah-langkah kecil mendekat. “Ma…ma………”, Datang si sulung sambil berlari ke arahku. “Eeee… sayang…. sudah bangun!!! Adek dah bangun belum??”. “Belum”, seperti biasa dia menjawab sambil memelukku. Aku menggendongnya sebentar dan mendudukkannya di bale-bale bambu yang sengaja aku sediakan di teras rumah untuk tempat aku  biasa duduk menikmati bunga-bungaku yang bermekaran.

“Kakak tunggu sini ya, mama mau ambil air dulu untuk menyiram. Dia mengangguk tak bersuara sambil membetulkan posisinya “ngagoler” di bale-bale. Nikmat sekali kelihatannya sampai dia tak menyadari kalo aku sudah kembali.

Aku sirami bunga-bungaku dengan sayang, kusiangi daun-daunnya yang nampak menguning. Benar juga ya kalo ada yang bilang merawat tanaman itu seperti merawat bayi, harus rajin dan telaten… Em.. Belum selesai pikiranku mengembara aku dikagetkan suara si sulung lagi. “Ma….mma…” “Eh…mama kira kakak bobo lagi.”

“Ma…. tadi malam Kaka mimpi…. banyaaaaakk deh. Mimpi apa “Aka”(panggilan sayangku buat si sulung). Ada truk tabrakan…. Ma. Tabrakan??? sama apa?? di mana?? tanyaku tak sabar. Di situ ma…. jawabnya gak jelas. Tabrakan sama apa? aku ulang pertanyaanku. Truknya nabrak tembok terus kena APV. Trus ini Ma.. ada eskalatornya jatuh….. Ih serlllre.m..

Melihat ekspresinya yang sungguh-sungguh aku hentikan aktivitasku menyiram. Ku dekati sisulung dan aku ajak ngobrol. “Aka gak berdo’a ya waktu mau bobo???”. “Berdo’a kok Ma.” Ih serlllrrem…Aka takut!!!”. Gimana sih ceritanya “Mas”?? . Ada eskalator jatuh. Mesinnya rusak terus menggelinding…….. truknya jadi mundur-mundur terus nabrak tembok terus kena mobil APV. Tembok mana “Mas”(panggilan sehari-hari untuk membiasakan si ade panggil kakaknya)???. Itu Ma tembok situ. Dia menghadap ke arah jalan di ujung gang sambil menunjuk. “Oh,  di situ!! Terus eskalatornya di mana?? di BTM?”. “Enggak, di situ juga….” Ihh Aka takut Mama. “Syukurlah Aka ada di kamar Mama”.

Kalimat terakhir itu yang bikin aku kagum. “Surprise”, anak seusia dia (4 tahun lebih 7 bulan) bisa bilang begitu… Entak ngerti ato gak yang diucapakan. Tapi.. menurutku sebagai seorang yang pernah belajar dan berbagi ilmu tentang “writing” , dia dah cukup memberi akhir yang manis untuk menutup ceritanya.

Subhanallahhh…… kemampuan anakku berkomunikasi sudah bertambah. Dia sudah merangkai kalimatnya dengan lumayan dimengerti dan sudah ada emosi di dalamnya…. Sungguh-sungguh menakjubkan hari demi hari menyaksikan kebesaran Allah ini.

& Komentar

  1. ipAnk berkata,

    Oktober 23, 2008 pada 10:18 am

    wa..h senengnya…
    ntar belajar ngedidik ke mam z deuh…
    jadi ga cuma belajar writingkan mam..???

  2. guh berkata,

    November 5, 2008 pada 3:25 pm

    aslmkm mam? apa kabar ney,,,
    mam add teguh d teguhpradekso.blogspot.com y mam, sharing ya mam kalo ada artikel yang bagus,,,

  3. Fajar berkata,

    November 20, 2008 pada 10:53 am

    senengnya yang punya buah hati…
    saya kapan ya bu Mirsya… hehehe

  4. Ardian berkata,

    Desember 19, 2008 pada 9:46 am

    Pingin cepat punya buah hati nih…mom..

  5. kadarsah berkata,

    Januari 19, 2009 pada 2:20 am

    Tambah lagi dong ceritanya.
    trims

  6. Mirsyah berkata,

    Januari 19, 2009 pada 9:31 am

    Who are you???

  7. dymash berkata,

    Maret 18, 2009 pada 11:49 am

    assalammualaikum mom
    today i’m so tired…
    please give some motivation mooommm…….
    hikz…hikzzz..


Tulis sebuah Komentar